Konsep PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013

Posted on

Selamat datang kembali di www.webedukasi.com, pada kesempatan kali ini saya akan sharing tentang Konsep PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013 yang selama ini menjadi pusat perhatian para Guru dalam membuat RPP. Mungkin masih banyak guru yang bertanya-tanya tentang Apa itu PPK, Literasi, 4C, HOTS?, Kenapa harus diintegrasikan dalam pembelajaran?, dan Bagaimana cara mengintegrasikannya?.

Dan bahkan sekarang ada istilah RPP K13 PPK, Literasi, 4C, HOTS yang membuat banyak tanda tanya dalam benak kita sebagai guru. Disini saya akan berusaha memberikan penjelasan yang saya pahami berdasarkan referensi dari berbagai sumber.

Konsep PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013

Konsep PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013
Konsep PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013

Jika kita membaca berbagai Permendikbud No. 22, 23, 24 tentang Standar Nasional Pendidikan, disana tidak disebutkan tentang PPK, Literasi, 4C, HOTS. Tetapi mungkin secara harfiah pada prinsip-prinsip pembelajaran sudah mengacu pada konsep tersebut.

Pengertian PPK, Literasi, 4C, HOTS

A. PENGERTIAN PPK

Dalam Perpres No.87 Tahun 2017 tentang PPK mendefinisikan PPK sebagai “Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)” (Pasal 1, ayat 1).

PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang memiliki arti sebagai suatu gerakan yang mencerminkan pendidikan yang berkarakter dengan harapan dapat memperkuat karakter para peserta didik. Karakter tersebut meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab” (Pasal 3).

B. PENGERTIAN LITERASI (GLS)

Disini kita artikan secara khusus pada konteks pendidikan disekolah yakni Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

Gerakan Literasi Sekolah dikembangkan berdasarkan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Kemudian Kemdikbud juga mengeluarkan beberapa Buku Panduan/ Pedoman GLS untuk semua jenjang pada tahun 2016. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “Kegiatan 15 Menit Membaca Buku Nonpelajaran Sebelum Waktu Belajar Dimulai”.

C. PENGERTIAN 4C

4C merupakan singkatan dari Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity.

  1. Komunikasi (Communication); Peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya (dalam pembelajaran harus terjadi komunikasi multi arah).
  2. Collaboration (Kerjasama); Peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Peserta didik diberikan kesempatan belajar berkelompok (team work) atau kooperatif.
  3. Critical Thinking (Berfikir Kritis dan Pemecahan Masalah); Peserta didik memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antara sistem. peserta didik menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri. peserta didik mampu menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
  4. Creativity (Kreativitas dan Inovasi); Peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Lihat Juga !!!

Kumpulan RPP Kurikulum 2013 SD/MI Revisi 2018

Kumpulan RPP Kurikulum 2013 SMP/MTS Revisi 2018

Kumpulan RPP Kurikulum 2013 SMA/MA Revisi 2018

D. PENGERTIAN HOTS

High Order Thinking Skills merupakan suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran. HOTS ini meliputi di dalamnya kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis, kemampuan berargumen, dan kemampuan mengambil keputusan.

Konsep HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013
Konsep HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013
Penerapan PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP dan Pelaksanaannya

A. Penerapan PPK

Seperti yang sudah saya bahas diatas bahwa terdapat beberapa karkater yang harus dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran dan direncanakan dalam RPP. Apakah semuanya harus dimasukan?, tidak juga. Anda bisa pilih beberapa saja yang memungkinkan dimaskukan dalam kegiatan pembelajaran yang sudah anda rencanakan.

Misalnya nilai Religius yang biasa kita lakukan seperti berdo’a sebelum belajar, membiasakan mengucap rasa syukur ketika sudah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran seperti mengucap kata “alhamdulillah”. Kemudian kita contohkan pada karakter lainnya seperti Disiplin, dalam hal ini anda bisa menerapkannya dalam hal ketepatan waktu dalam mengerjakan suatu kegiatan, menyelesaikan tugas, dll.

B. Penerapan Literasi (GLS)

Gebrakan pertama kegiatan GLS ini ialah dalam bentuk “membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai”. Namun sekarang Literasi sudah harus masuk dalam Kegiatan Pembelajaran dalam bentuk membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Selain itu juga Literasi mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

Contoh kegiatan yang bisa anda terapkan diantaranya adalah dengan membuat siswa menggali informasi untuk referensi dalam pemecahan masalah (problem solving) yang sudah anda konsep tentunya. Sumber informasi yang digunakan bisa berupa internet, TV, wawancara, buku, media cetak, dll.

Setelah itu buat siswa mengasosiasikan berbagai informasi yang diserap dalam bentuk kerja kelompok sehingga siswa mampu untuk membuat hipotesis, argumentasi, opini, dan bahan diskusi lainnya untuk memecahkan masalah.

C. Penerapan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity)

  1. Communication bisa dilakukan dalam bentuk Tanya Jawab khususnya dalam kegiatan Diskusi antar siswa, antar kelompok, atau antar siswa/kelompok dengan guru. Atau juga bisa dilakukan dengan Presentasi dari hasil kerja kelompok atau individu.
  2. Collaboration, kegiatan ini masih berkaitan dengan Kerja Kelompok. Bagaimana antara siswa satu sama lain mampu bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan kegiatan.
  3. Critical Thinking atau Berfikir Kritis bisa diterapkan dalam kegiatan pemecahan masalah. Berpikir kritis meliputi pemikiran dan penggunaan alasan logis, mencakup keterampilan membandingkan, mengklasifikasi, menghubungkan sebab akibat,  mendeskripsikan  pola, membuat analogi,  menyusun  rangkaian,  memberi alasan  secara  deduktif   dan   induktif,    peramalan,  perencanaan,  perumusan   hipotesis dan  penyampaian  kritik. Jika anda sudah bisa membuat kegiatan pembelajaran yang membuat siswa melakukan kegiatan tersebut, berarti anda sudah bisa mengintegrasikan keterampilan Critical Thinking.
  4. Creativity atau Kreativitas tidak bisa muncul dengan sendirinya melainkan harus dirangsang oleh guru. Hal sederhana yang bisa dilakukan guru untuk merangsang kreativitas siswa adalah dengan pertanyaan, seperti ; “Setelah memperhatikan cara kerja untuk menyelesaikan tugas itu, adakah proses yang dapat kita sempurnakan sehingga prosesnya menjadi lebih baik?”, “Apakah kamu punya cara untuk mengkomunikasikan karya itu supaya jauh lebih menarik perhatian orang-orang?”, “Bisakah kamu menyelesaikan tantangan itu lebih cepat daripada yang dilakukan orang-orang?”, Menurut kalian apakah ada dan apa kekurangan dalam produk tersebut?, dan jutaan pertanyaan lainnya yang bisa anda gunakan untuk merangsang kreatifitas.

Lihat Juga !!!

Jadwal UN USBN 2019 Terbaru

D. Penerapan HOTS (High Order Thinking Skills)

Kemampuan berpikir HOTS sebenarnya identik dengan kemampuan atau jenjang berpikir analisis dan evaluasi sebagaimana kemampuan berpikir pada ranah kognitif C6. Adapun karakteristik pembelajaran pada HOTS (Higher Order of Thinking Skill) yaitu:

  • Berfokus pada pertanyaan
  • Menganalisis / menilai argumen dan data
  • Mendefinisikan konsep
  • Menentukan kesimpulan
  • Menggunakan analisis logis
  • Memproses dan menerapkan informasi
  • Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah

HOTS (Higher Order of Thinking Skillmenunjukkan pemahaman terhadap informasi dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar mengingat informasi. Guru tidak hanya menguji ingatan, sehingga kadang-kadang perlu untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan siswa menunjukkan pemahaman terhadap gagasan, informasi dan memanipulasi atau menggunakan informasi tersebut.

Kata Kerja Operasional dalam Pembelajaran HOTS

HOTS Mengevaluasi Mengambil keputusan sendiri Kata kerja: menilai, memutuskan, memilih, mendukung
Mengkreasi Mengkreasi ide/gagasan sendiri Kata kerja: mengkonstruksi, mendesain, kreasi, mengembangkan, menulis

 

Diharapkan dengan artikel berjudul “Konsep PPK, Literasi, 4C, HOTS Dalam RPP Kurikulum 2013” ini bisa memberikan manfaat yang banyak untuk anda yang membutuhkannya. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kolom komentar dibawah untuk kemajuan blog ini dimasa yang akan datang. Update terus blog ini untuk dapatkan file-file terbaru lainnya dan akhir kata, sampai berjumpa kembali dikesempatan yang akan datang.

Bagikan Artikel Ini Kepada Teman Anda Melalui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *